AKUNTANSI INTERNASIONAL

Standard

BAB 6

TRANSLASI MATA UANG

Alasan Translasi Mata Uang

Perusahaan dengan kegiatan operasional luar negeri yang signifikan mempersiapkan laporan keuangan gabungan yang memberikan laporan pada para pembaca informasi mengenai operasional perusahaan secara global. Proses pelaporan informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut translasi mata uang asing (translation).

Terdapat tiga alasan tambahan dalam translasi mata uang asing :

  1. Mencatat transaksi mata uang asing
  2. Memperhitungkan efeknya perusahaan terhadap translasi mata uang.
  3. Berkomunikasi dengan peminat saham asing

Latar Belakang dan Terminologi

Translasi mata uang asing merupakan translasi sederhana dalam ekspansi moneter, seperti saat neraca menggunakan poundsterling inggris kemudian disajikan ulang dalam pendanaanya dolar AS. Translasi mata uang asing bisa terjadi langsung dipasar spot, pasar forward atau pasar swap. Pasar spot, kurs dipasar spot dipengaruhi berbagai faktor, termasuk juga perbedaan tingkat inflasi antar negara, perbedaan pada saham nasional, dan ekspektasi mengenai arah tingkat mata uang selanjutnya. Kurs pada pasar spot bersifat langsung atau tidak langsung. Transaksi pada pasar forward adalah persetujuan untuk mentranslasikan sejumlah mata uang yang telah ditetapkan untuk masa yang akan datang. Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward yang simultan atau penjualan spot dan pembelian forward mata uang.

Efek Laporan Keuangan terhadap Kurs alternative translasi mata uang asing

Tiga kurs dibawah ini dapat digunakan untuk menstralasikan neraca mata uang asing terhadap mata uang domestik. Pertama, kurs saat ini adalah kurs yang berlaku pada laporan keuangan. Kedua, kurs historis adalah yang merupakan translasi mata uang yang berlaku pada saat asset dan mata uang asing pertama kali didapatkan atau saat kewajiban dengan mata uang asing pertama kali muncul. Yang terakhir, kurs rata-rata adalah nilai rata-rata biasa atau dengan pembobotan baik pada kurs historis pada saat itu.

Transaksi Mata Uang Asing

Transaksi mata uang asing mungkin menggunakan satu mata uang akan dihitung dengan mata uang lain, untuk mengerti alasanya, pertama-tama pertimbangkan gagasan mengenai mata uang fungsional. Mata uang fungsional suatu perusahaan adalah mata uang utama yang digunakan untuk menjalankan bisnis, menghasilkan dan menghabiskan kas.

Perspeketif Transaksi Ganda

Pada perspektif transaksi ganda, penerimaan piutang kron mempertimbangkan kejadian yang terpisah dari penjualan yang memberikan tambahan pendapatan.

Translasi Mata Uang Asing

  • Metode Nilai Tukar Tunggal

Metode nilai tukar tunggal, yang juga diketahui sebagai metode kurs saat ini, telah lama populer di Eropa. Metode ini mengaplikasi nilai tukar tunggal, harga penutupan atau harga saat itu, terhadap semua saham dan utang asing.

Pada metode ini, laporan keuangan operasional asing (yang dilihat oleh induk perusahaan sebagai kesatuan otonom) memiliki beberapa domisili tersendiri, keadaan mata uang local diaman anak perusahaan berbisnis.

  • Metode Nilai Tukar Ganda

Metode Current-NonCurrent

Pada metode current-noncurrent, asset lancar yang dimiliki anak perusahaan saat itu dan utang lancar ditranslasikan kedalam mata uang induk perusahaan mereka pada pelaporan keuangannya dengan kurs saat ini.

Metode moneter-nonmoneter

Metode moneter-nonmoneter juga menggunakan skema klasifikasi neraca untuk menentukan nilai tukar mata uang asing yang sesuai.

Metode Kurs Sementara

Dengan metode kurs sementara, translasi mata uang asing tidak mengubah sifat sebuah item yang dihitung, hal tersebut hanya mengubah unit perhitungan saja. Pada metode kurs sementara, item moneter seperti kas, piutang dan utang ditranslasikan dalam kurs nilai saat itu.

Keuntungan dan Kerugian Translasi Mata Uang Asing

Penangguhan

Meniadakan penyesuaian translasi mata uang asing pada pendapatan lancar biasanya dianjurkan karena penyesuaian tersebut merupakan hasil dan proses penyajian ulang.

Penangguhan Amortisasi

Beberapa perusahaan menangguhkan keuntungan dan kerugian serta mengamortisasi penyesuaian melebihi umur manfaatnya pada masa item neraca terkait.

Penangguhan Sebagian

Hal ini mengimplikasikan bahwa keuntungan dalam jangka panjang, jika memang demikian penangguhan akan menjadi praktik yang patut dipertanyakan.

Tidak ada Penangguhan

Pihak laporan akhir yang dilakukan oleh banyak perusahaan diseluruh dunia adalah mengenali secara cepat mengenai keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dalam laporan laba rugi.

AKUNTANSI INTERNASIONAL

Standard

BAB 5

PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN

Perkembangan Pengukuran

Standar dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, undang-undang, berhubungan dengan politik dan ekonomi, tingkat perkembangan ekonomi, pendidikan, budaya dan faktor-faktor lainnya.

Pengukapan Sukarela

Beberapa kajian menunjukan bahwa manajer berinisiatif untuk mengungkapan informasi seperti itu secara sukarela. Keuntungan dari pengungkapan tersebut mungkin menyangkut biaya transaksi yang lebih rendah dari perdagangan sekuritas perusahaan, bunga yang lebih tinggi dari analisis keuangan dan investor, meningkatkan likuiditas saham dan biaya modal yang lebih rendah.

Kebutuhan Pengaturan Pengungkapan

Untuk melindungi investor, sebagian besar bursa sekuritas menentukan laporan dan kebutuhan pengungkapan pada perusahaan domestik dan asing yang mencari akses untuk pasar mereka.

Frast dan Lang membahas dua objek investor berorientasi pasar, perlindungan investor dan kualitas pasar.

  1. Proteksi pasar, investor dijamin dengan informasi dan dilindungi dengan pelaksanaan dan pengawasan peraturan pasar.
  2. Kualitas pasar, kualitas pasar ditandai dengan kepercayaan investor dan mereka memfasilitasi pembentukan modal

Pembahasan Laporan Keuangan SEC Amerika Serikat

SEC secara umum mewajibkan pendaftaran asing untuk melengkapi informasi keuangann yang pada hakikatnya sama dengan yang dibutuhkan perusahaan domestik. Syarat laporan SEC secara umum konsisten dengan sasaran proteksi investor dan kualitas pasar.

Praktik Pelaporan dan Pengungkapan

  • Pengungkapan Informasi Progresif

Pengungkapan informasi progresif adalah pertimbangan tinggi yang relevan didalam kesetaraan pasar dunia. Dalam hal ini, istilah informasi progresif meliputi :

  1. Perkiraan pendapatan, laba rugi, arus kas, pengeluaran modal dan hal-hal keuangan lainnya.
  2. Tujuan informasi mengenai kinerja dan posisi ekonomi dimasa depan yang tidak menentu daripada perkiraan menyangkut proyek, periode fiscal dan proyeksi jumlah.
  3. Laporan program dan sasaran manajemen untuk usaha masa depan.

Pengukapan Segmen

Investor dan analisis menurut informasi hasil perusahaan industri dan segemen geografis usaha dan keuangan signifikan dan berkembang. Pengungkapan segmen lebih membantu penggunaan laporan keuangan untuk memahami bagaimana bagian-bagian perusahaan semuanya.

Laporan pertanggungjawaban sosial

Laporan pertanggungjawaban sosial mengacu pada pengukuran dan konfirmasi tentang pengaruh perusahaan terhadap kemakmuran pegawai, komunitas sosial dan lingkungan.

Pengunkapan khusus bagi pengguna laporan keuangan non-domestik dan prinsip akuntansi yang digunakan

Laporan tahunan bisa meliputi pengungkapan khusus untuk mengakomodasi pengguna laporan keuangan non-domestik. Pengukapan tersebut meliputi :

  1. Laporan keuangan yang mudah, tentang informasi keuangan kedalam mata uang asing.
  2. Pembahasan perbedaan antara prinsip akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan utama dan beberapa ketetapan prinsip akuntansi lainnya
  3. Posisi dan laporan keuangan ulang terbatas di ketetapan standar akuntansi yang kedua
  4. Sebuah laporan keuangan lengkap disiapkan yang berhubungan dengan ketetapan prinsip akuntansi kedua.

Pengungkapan Pengelolaan Perusahaan

Pengelolaan perusahaan berhubungan dengan sarana internal dimana perusahaan dijalankan atau dikendalikan tanggung jawab, akuntabilitas, hubungan diantara pemegang saham, anggota direksi, dan manajer yang disusun supaya mencapai sasaran perusahaan.

Empat komponen dari rancangan kerjaannya adalah

  1. Infrastruktur Pasar
  2. Lingkungan hukum
  3. Lingkungan peraturan
  4. Infrstruktur informasi

Pengungkapan dan laporan bisnis di internet

World wide web terus digunakan sebagai sebuah ruang penyebaran informasi, dengan media cetak yang selalu mendapat peran kedua. Keamanan berdagang menggunakan internet telah meningkatkan permintaan untuk bisnis dan pelaporan keuangan melalui web. Investor sering menggunakan web untuk berdagang dan mengambil keputusan investasi modal dan menggunakan web sebagai sebuah sarana informasi penting.

Pengungkapan laporan tahunan di negara-negara dengan pasar baru muncul

Pengungkapan dalam laporan keuangan perusahaan di negara dengan pasar yang baru muncul biasanya kurang luas dan kurang dapat dipercaya daripada semua perusahaan dari negara berkembang.

Implikasi bagi pengguna laporan keuangan dan manajer

Pengguna laporan keuangan mengharapkan tingkat pengungkapan dan praktik keuangan yang luas. Manajer dinegara dengan tradisi pengungkapan yang rendah harus memahami apakah pemakaian kebijakan yang mempertinggi pengungkapan bisa memberikan keuntungan yang signifikan untuk perusahaan mereka.

AKUNTANSI INTERNASIONAL

Standard

BAB 4

AKUNTANSI KOMPARATIF : AMERIKA DAN ASIA

Bab 4, akan membahas akuntansi dari lima negara, dua di benua Amerika (Meksiko, dan Amerika Serikat) serta tiga dibenua Asia (Cina, India dan Jepang).

AMERIKA

Akuntansi di Amerika Serikat di atur oleh badan sektor khusus Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standards Board-FASB), akan tetapi yang menjadi penyokong kewenangan terhadap standardisasi mereka adalah agensi kepemerintahan komisi keamanan dan kurs (securities and exchange commission-SEC).

  • Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Sistem yang dianut Amerika Serikat tidak memiliki persyaratan legal untuk publikasi mengenai laporan audit periodik keuangan. Perusahaan di amerika serikat dibentuk dibawah hukum negara, bukan hukum federal. Laporan keuangan diperkirakan menampilkan secara jujur mengenai posisi keuangan serta hasil operasional yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

  • Laporan keuangan

Tipe laporan keuangan tahunan pada perusahaan besar di AS memiliki beberapa komponen dibawah ini :

  1. Laporan Manajemen
  2. Laporan auditor manajemen
  3. Laporan keuangan primer (laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laba rugi komperhensif, perubahan ekuitas pemegang saham)
  4. Diskusi manajemen dan analisis hasil operasional dan kondisi keuangan.
  5. Penjelasan mengenai kebijakan akuntansi dengan dampak yang paling krisis pada laporan keuangan
  6. Catatan atas laporan keuangan
  7. Perbandingan data keuangan selama lima atau sepuluh tahun.
  8. Data triwulan terpilih
  • Patokan Akuntansi

Peraturan patokan akuntansi di amerika serikat berasumsi bahwa kesatuan bisnis akan terus berlangsung jika terus diperhatikan. Dasar perhitungan akrual cukup meresap, serta peraturan transaksi dan pengenalan event sangat bergantung pada konsep yang cocok.

MEKSIKO

Meksiko memiliki free-market ekonomi yang besar, perusahaan memiliki pemerintahan atau yang dikontrol perusahaan menguasai industry perminyakan dan sarana umum, sedangkan perusahaan swasta mendominasi pabrik, konstruksi, tambang, hiburan, serta industry pelayanan.

  • Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Sistem yang legal berdasarkan pada hukum publik, pengaturan standardisasi akuntansi meksiko menggunakan pendekatan sistem inggris-amerika atau anglo-saxon, daripada pendekatan Eropa kontinental.

  • Laporan Keuangan
  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Laporan atas perubahan ekuitas
  4. Laporan bisnis
  5. Jadwal terkait
  • Patokan Akuntansi

Meksiko telah mengadaptasi internasional accounting standard no.12 pada penyesuaian pertukaran mata uang asing.

JEPANG

Pembukuan dan laporan keuangan jepang menggambarkan adanya pencampuran daru pengaruh domestik dan internasional. Dua agensi pemerintahan yang terpisah memiliki tanggung jawab regulasi akuntansi, dan terdapat pengaruh yang lebih jauh lagi dari undang-undang pajak penghasilan perusahaan jepang.

  • Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Pemerintahan nasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntansi jepang. Regulasi akuntansi berdasarkan pada tiga badan hukum, undang-undang perusahaan (company law), undang-undang pertukaran dan sekuritas (Securities and exchange law) dan undang-undang pajak penghasilan perusahaan (corporate income tax law). Ketiga badan hukum tersebut saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain.

  • Laporan Keuangan
  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Laporan atas perubahan ekuitas pemegang saham
  4. Laporan bisnis
  5. Jadwal terkait
  • Patokan Akuntansi

Undang-undang perusahaan membutuhkan perusahaan besar untuk mempersiapkan laporan keuangan gabungan sebagai tambahan. Perusahaan yang terdaftar harus mempersiapkan laporan keuangan gabungan dibawah undang-undang pertukaran dan sekuritas.

CINA

Cina memiliki ¼ populasi dunia dan reformasi orientasi pasarnya membantu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Ekonomi cina saat ini digambarkan sebagai ekonomi hybrid, dimana negara mengontrol komoditas dan industry strategis, sementara industry lainnya, seperti perdagangan dan sektor swasta, ditumbuhkan dengan sistem yang berorientasi pada pasar.

  • Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Undang-undang akuntansi, hal ini menguraikan prinsip umum akuntansi dan menjelaskan peran pemerintah dan berbagai hal yang diutuhkan dalam prosedur akuntansi

  • Laporan Keuangan
  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Laporan arus kas
  4. Laporan perubahan ekuitas
  5. Catatan
  • Patokan Akuntansi

Cina dimiliki oleh negara, pemerintahan yang berhak untuk menggunakan area dan berhak menggunakan property industry diperlihatkan sebagai asset tidak berwujud. Lembaga penilaian asset atau lembaga CPA yang menentukan semua penilaian ini.

INDIA

Ekonomi india digolongkan dengan bergaya program sosialis pemerintah terpusat dan industri pengganti barang impor. Produksi ekonomi telah berubah dari pertanian, kehutanan, perikanan dan manufaktur tekstil dengan beragam industry berat dan transparansi.

  • Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Pelaporan keuangan ditunjukan pada saat presentasi wajar dan ada profesi akuntansi independent yang mengatur standar akuntansi dan proses audit.

  • Laporan Keuangan
  1. Neraca dua tahun
  2. Laporan laba rugi
  3. Laporan arus kas
  4. Kebijakan akuntansi
  5. Catatan
  • Pengukuran Akuntansi

Anak perusahaan digunakan ketika induk perusahaan memiliki saham lebih dari setengah kemampuan voting atau mengontrol pengaturan komposisi dewan direktur.

AKUNTANSI INTERNASIONAL

Standard

BAB 3

AKUNTANSI KOMPARATIF : EROPA

Beberapa Pengamatan Tentang Standard an Praktik Akuntansi

Standar akuntansi merupakan regulasi atau pengaturan (seringkali termasuk hukum dan anggaran dasar) yang mengatur pengolahan laopran keuangan. Susunan standar merupakan proses perumusan standar akuntansi. Jadi, standar akuntasi merupakan hasil dari susunan standar.

Susunan standar akuntansi biasanya menggabungkan kombinasi dan kelompok-kelompok sektor umum dan sektor swasta. Sektor swasta meliputi profesi akuntansi dan kelompok-kelompok lain yang dipengaruhi oleh proses pelaporan keuangan, seperti penggunaan dan penyusunan laporan keuangan dan pegawai. Sektor umum, meliputi perwakilan-perwakilan seperti petugas pajak, perwakilan pemerintahan yang bertanggung jawab atas hukum komersial dan komisi keamanan.

IFRS dalam Uni Eropa

Pada tahun 2002, Uni Eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan Uni Eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resmi untuk mengakui IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka, dimulai pada tahun 2005.

Laporan Keuangan

Laporan keuangan IFRS terdiri atas :

  1. Neraca Gabungan
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Laporan Kas
  4. Laporan Perubahan Ekuitas (atau laporan laba rugi dan pengeluaran yang diakui)
  5. Catatan Penjelasan.

Sistem Akuntansi Keuangan Lima Negara

PRANCIS

Prancis merupakan penyokong utama dunia dalam kesamaan akuntansi nasional. Menteri Ekonomi Nasional menyetujui Plan Comptable General (undang-undang nasional) formal yang pertama pada September 1947. Sebuah ketentuan yang telah direvisi mulai berjalan pada tahun 1957.

  • Laporan Keuangan
  1. Neraca
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Catatan atas laporan keuangan
  4. Laporan direktur
  5. Laporan Auditor
  • Patokan Akuntansi

Perusahaan-perusahaan prancis yang terdaftar mengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka, dan perusahaan-perusahaan yang tidak terdaftar juga mempunyai pilihan ini. Namun, semua perusahaan prancis harus mengikuti regulasi tetap dari ketentuan pada tingkat perusahaan pribadi.

JERMAN

Iklim akuntansi jerman terus berubah semenjak akhir perang dunia II. Pada masa itu, akuntansi bisnis menekan kan daftar akun nasional dan seksional (seperti di prancis).

  • Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Jerman tidak memiliki fungsi penyusunan standar akuntansi keuangan, karena hanya dipahami oleh negara-negara yang berbahasa inggris. Sistem penyusunan standar akuntansi jerman secara umum sama dengan yang digunakan di inggris, namun penting untuk menekankan bahwa standar GASB merupakan rekomendasi otoriter yang hanya berlaku untuk laporan keuangan gabungan. Standar tersebut tidak membatasi atau mengubah persyaratan HGB.

  • Laporan Keuangan

Undang-undang menetapkan isi dan laporan keuangan, yang mencakup hal-hal berikut :

  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Catatan
  4. Laporan manajemen
  5. Laporan audit

REPUBLIK CEKO

Akuntansi di Republik Ceko telah berganti arah beberapa kali, seiring dengan sejarah politik negaranya. Praktik dan prinsip akuntansinya digambarkan oleh negara-negara berbahasa jerman di Eropa hingga akhir perang dunia II.

  • Laporan Keuangan

Laporan keuangan harus bersifat komparatif, terdiri atas :

  1. Neraca
  2. Akun keuntungan dan kerugian (Laporan laba rugi)
  3. Catatan
  • Pengukuran Akuntansi

Metode Akuisisi (pembelian) digunakan untuk menghitung kombinasi bisnis (penggabungan usaha). Goodwill yang muncul dari kombinasi dimasukan dakan tahun pertama penggabungan atau kapitalisasi dan diamortisasi selama lebih dari 20 tahun. Metode akuisisi digunakan untuk perusahaan-perusahaan rekanan dan penggabungan proporsional digunakan usaha patungan.

BELANDA

Belanda merupakan penyokong awal dari standar internasional untuk akuntansi dan laporan keuangan dan laporan IASB menerima perhatian besar dalam menentukan praktik yang bisa diterima.

  • Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Dutch Accounting Standards Board (DASB) mengeluarkan pedoman prinsip-prinsip akuntansi yang diterima (tidak terima) secara umum. Dewan ini diisi oleh anggota-anggota dari tiga kelompok yang berbeda, yaitu :

  1. Penyusunan laporan keuangan (para pegawai)
  2. Pengguna laporan keuangan (perwakilan serikat dagang dan analisisn keuangan)
  3. Auditor Laporan keuangan
  • Laporan Keuangan
  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Catatan
  4. Laporan direktur
  5. Informasi lain yang sudah ditentukan

INGGRIS

Inggris merupakan negara pertama didunia yang mengembangkan sebuah profesi akuntansi seperti yang kita kenal saat ini. Konsep kewajaran penyajian dari hasil dan posisi keuangan (kebenaran dan kewajaran) juga berasal dari Inggris.

  • Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Dua sumber utama untuk standar akuntansi keuangan dikerajaan inggris adalah undang-undang perusahaan dan profesi akuntansi. Undang-undang tersebut berisi aturan valuasi yang luas yang didalamnya akun bisa didasarkan pada harga perolehan atau biaya sekarang.

  • Laporan Keuangan
  1. Laporan Direktur
  2. Akun laba rugi serta neraca
  3. Laporan arus kas
  4. Laporan keseluruhan laba rugi
  5. Laporan kebijakan akuntansi
  6. Catatan yang direferensikan dalam laporan keuangan
  7. Laporan auditor

AKUNTANSI INTERNASIONAL

Standard

BAB 2

PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI

Pada awalnya akuntasi tidak lebih dari sistem pencatatan untuk jasa perbankan tertentu dan skema pemungutan pajak sistem pencatatan berpasangan kemudian dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah perusahaan dagang.

Perkembangan

Akhir-akhir ini, hubungan antara budaya dan perkembangan akuntansi mulai digali lebih lanjut. Kedelapan faktor itu adalah sebagai berikut :

  1. Sumber Pendanaan, dengan pasar ekuitas yang kuat akuntansi memiliki focus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas) dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait.
  2. Sistem Hukum, sistem hukum menentukan bagaimana individu dan lembaga berinteraksi.
  3. Perpajakan, dibanyak negara peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansi perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya dalam keperluan pajak.
  4. Ikatan Politik dan Ekonomi, Ide dan teknologi akuntansi dialihkan melalui penaklukan, perdagangan dan kekuatan sejenis.
  5. Inflasi, inflasi mengaburkan biaya historis akuntansi melalui penurunan berlebihan terhadap nilai-nilai asset dan beban-beban terkait, sementara disisi lain melakukan peningkatan berlebihan terhadap pendapatan.
  6. Tingkat Perkembangan Ekonomi, faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.
  7. Tingkat Pendidikan, standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalah artikan dan disalah gunakan.
  8. Budaya, disini budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat.

Berdasarkan analisis Hofstede, Gray mengusulkan suatu kerangka kerja yang menghubungkan budaya dan akuntansi. Mengusulkan emapat dimensi nilai akuntansi yang mempengaruhi praktik pelaporan keuangan suatu negara yaitu :

  1. Profesionalisme versus Ketetapan wajib pengendalian.
  2. Keseragaman versus Fleksibilitas
  3. Konservatisme versus optimisme
  4. Kerahasian versus Transparansi

Klasifikasi

Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua kategori, yaitu :

  1. Klasifikasi dengan pertimbangan, bergantung pada pengetahuan, intuisi dan pengalaman.
  2. Klasifikasi dengan empiris, menggunakan metode statistic untuk mengumpulkan basis data.

Empat pendekatan terhadap perkembangan akuntanasi

  1. Berdasarkan pendekatan makroekonomi, praktik akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional.
  2. Berdasarakan pendekatan mikroekonomi, akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi.
  3. Berdasarkan pendekatan disiplin independen, akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba dan kesalahan.
  4. Berdasarkan pendekatan yang seragam, akuntansi distandarkan dan digunakan sebagai alat untuk mengendalikan administrative oleh pemerintah pusat.

Sistem Hukum : Akuntansi Hukum Versus Kodifikasi Hukum

Akuntansi kodifikasi hukum sering disebut “kontinental”,”legalistik” atau “seragam secara makro”, ini ditemukan dikebanyakan negara-negara eropa kontinental dan bekas koloni mereka di Afrika, Asia dan Amerika.

Sistem Praktik : Akuntansi Penyajian Wajar Versus Keputusan Hukum

Klasifikasi yang didasarkan pada penyajian wajar versus kepatuhan hukum menjelaskan akuntansi didunia sekarang ini. Pembedaan diantara penyajian wajar dan kesesuian hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi, seperti :

  1. Depresiasi, dimana beban ditentukan berdasarkan pengguna suatu asset selama masa manfaat ekonomi.
  2. Sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian asset tetap.
  3. Pensiun dengan biaya yang diakui pada saat dihasilkan oleh karyawan.

Masalah lain adalah pengguna cadang secara bijak untuk meratakan laba dari suatu period ke periode lain.

Akuntansi kepatuhan hukum dirancang untuk memenuhi ketentuan yang dikenakan pemerintah seperti perhitungan laba kena pajak atau memenuhi rencana makroekonomi pemerintahan nasional. Akuntansi hukum akan terus digunakan, menganut kodifikasi hukum dimana laopran konsolidasi menerapkan pelaopran dengan wajar.

AKUNTANSI INTERNASIONAL

Standard

BAB I

PENDAHULUAN

A. Sudut Pandang Sejarah

Sebagai permulaan, awal penciptaan akuntansi berawal dari negara-negara kota di Italia pada abad ke-14 dan ke-15. Perkembanganya didorong oleh pertumbuhan perdagangan internasional di italia utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara mengenakan pajak terhadap transaksi komersial, kemudian beralik ke Jerman untuk membantu para pedagang zaman fugger dan kelompok hanseatik.

Singkat kata, akuntansi pembukuan berpasangan mencapai kepulauan inggris. Untuk mengelola dan mengendalikan perusahaan di daerah koloni. Model akuntansi Belanda digunakan juga di Indonesia.

B. Inovasi Keuangan

Manajemen resiko telah menjadi istilah yang populer dalam lingkungan perusahaan dan manajemen. Kerentanan dalam harga komoditas, valuta asing, kredit dan ekuitas menjadi hal yang dewasa hal ini tidak serta-merta langsung berdampak pada proses pelaporan internal, tetapi pada resiko keuangan ekonomis.

C. Kompetisi Global & Marger dan Akuisisi Lintas Batas Negara

Faktor-faktor yang turut menyumbang makin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global penentuan acuan (brenchmarketing), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai.

Seiring dengan berlanjutnya tren global atas konsolidasi industry, berita mengenai marger dan akuisisi internasional praktis merupakan kenyataan sehari-hari. Apabila marger umunya diringkas dengan istilah sinergi operasi atau skala ekonomi.

D. Internasional Pasar Modal

Faktor yang mungkin banyak menyumbangkan perhatian lebih terhadap akuntansi internasional dikalangan eksekutif perusahaan, investor, regulator pasar, pembuat standar akuntansi, dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal seluruh dunia. Tiga wilayah dengan pasar modal terbesar adalah wilayah Amerika, Asia Pasifik dan Eropa, termasuk didalamnya Afrika dan Timur Tengah.

AMERIKA

Ekonomi Amerika dan pasar sahamnya mengalami pertumbuhan tanpa henti selama tahun 1990-an. Kapasitas pasar di Amerika dalam persentase terhadap total global berada pada posisi 47,5 persen pada awal tahun 2006. Kuatnya tuntutan kompetisi global, telah membuat komite pengaruran pasar modal, yang anggota-anggotanya ditunjuk langsung oleh SEC dan juga berkoodinasi dengan Dewan Keuangan Federal pemerintahan dan Departemen Keuangan Amerika Serikat, telah menetapkan bahwa Amerika Serikat akan kehilangan pengaruhnya pasar modal dunia kecuali jika Amerika Serikat merampingkan berbagai ketetapan peraturan permodalannya, yang oleh pasar dirasa terlalu memberatkan.

EROPA BARAT

Eropa Berat adalah wilayah pasar ekuitas terbesar didunia dalam kapitalisasi pasar dan volume perdagangan. Eropa menjadi lebih penting dan menarik investor non-institusional, yang hingga pasar Eropa telah tumbuh seiring dengan keberhasilan Persatuan Moneter Eropa (European Monetary Union.

ASIA

Beberapa pemerintahan negara di Asia secara periodic mengumumkan bahwa mereka akan melakukan intervasi dalam pasar ekuitas untuk meningkatkan harga saham dan memanipulasi pasar bukanlah hal yang tidak umum. Namun, pertumbuhan masa depan dalam pasar ekuitas tampak kuat pemerintah dan bursa efek di Asia berada dibawah tekanan untuk memperbaiki kualitas dan kredibilitas pasar untuk menarik para investor.

Pencatatan dan Penerbitan Saham Lintas Batas Negara

Bukti menunjukan bahwa perusahaan penerbitan saham bermaksud melakukan pencatatan lintas. Lintas di Eropa untuk memperluas kelompol pemegang saham, meningkatkan kesadaran terhadap produk mereka dan/atau membangun kesadaran masyarakat terhadap perusahaan, khususnya negara-negara dimana perusahaan memiliki operasi yang signifikan dan/atau pelanggan utama.

KAITAN GCG (GOOD CORPORATE GOVERNANCE) DENGAN ETIKA AKUNTANSI

Standard
  1. PENGERTIAN GCG (Good Corporate Governance)

Good Corporate Governance pada dasarnya merupakan suatu sistem (input, Proses, output) dan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara berbagai pihak yang kepentingan (stakeholders) terutama dalam arti sempit hubungan antara pemegang saham, dewan komisaris, dan dewan direksi demi tercapainya tujuan perusahaan. Good Corporate Gorvernance dimasukkan untuk mengatur hubungan-hubungan ini dan mencegah terjadinya kesalaha-kesalahan signifikan dalam strategi perusahaan dan untuk memastikan bahwa kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat di perebaiki dengan segera. Penertian ini dikutip dari buku Good Corporate Governance pada badan usaha manufaktur, perbankan dan jasa keuangan lainnya (2008:36)

GCG terdiri dari 4 (empat) unsur yang tidak dapat terpisahkan, yaitu :

  1. Commitment on Governance

Commitment on Governance adalah komitmen untuk menjalankan perusahaan yang dalam hal ini adalah dalam bidang perbankan berdasarkan prinsip kehati-hatian berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.

  1. Governance Structure

Governance Structure adalah struktur kekuasaan berikut persyaratan pejabat yang ada di bank sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh peraturan perundangan yang berlaku.

  1. Governance Mechanism

Governance Mechanism adalah pengaturan mengenai tugas, wewenang dan tanggung jawab unit dan pejabat bank dalam menjalankan bisnis dan operasional perbankan.

  1. Governance Outcomes

Governance Outcomes adalah hasil dari pelaksanaan GCG baik dari aspek hasil kinerja maupun cara-cara/praktek-praktek yang digunakan untuk mencapai hasil kinerja tersebut.

Pada intinya prinsip dasar GCG terdiri dari lima aspek yaitu:

  1. Transparancy, dapat diartikan sebagai keterbukaan informasi, baik dalam proses pengambilan keputusan maupun dalam mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai perusahaan.
  2. Accountability, adalah kejelasan fungsi, struktur, sistem dan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
  3. Responsibility, pertanggungjawaban perusahaan adalah kesesuaian (kepatuhan) di dalam pengelolaan perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta peraturan perundangan yang berlaku.
  4. Independency, atau kemandirian adalah suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
  5. Fairness (kesetaraan dan kewajaran) yaitu pelakuan adil dan setara di dalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  1. Perilaku Etika dalam Profesi Akuntansi

Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam konggresnya tahun 1973, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan Indonesia, kemudian disempurnakan dalam konggres IAI tahun 1981, 1986,1994, dan terakhir tahun 1998. Etika profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam kongresnya tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia.

Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik, yang menyediakan berbagai jenis jasa yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik, yaitu auditing, atestasi, akuntansi dan review, dan jasa konsultansi. Auditor independen adalah akuntan publik yang melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan historis yang menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dijabarkan ke dalam Etika Kompartemen Akuntan Publik untuk mengatur perilaku akuntan yang menjadi anggota IAI yang berpraktik dalam profesi akuntan publik.

  • Akuntansi sebagai profesi dan peran akuntan.

Profesi akuntansi merupakan sebuah profesi yang menyediakan jasa atestasi maupun non- Atestasi kepada masyarakat dengan dibatasi kode etik yang ada. Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi, objektif dan mengutamakan integritas. Yang dimaksud dengan profesi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik.Dalam arti sempit, profesi akuntan adalah lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh akuntan sebagai akuntan publik yang lazimnya terdiri dari pekerjaan audit, akuntansi, pajak dan konsultan manajemen.

Peran akuntan dalam perusahaan tidak bisa terlepas dari penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam perusahaan. Meliputi prinsip kewajaran (fairness), akuntabilitas (accountability), transparansi (transparency), dan responsibilitas (responsibility). Peran akuntan antara lain :

  • Akuntan Publik (Public Accountants)

Akuntan publik atau juga dikenal dengan akuntan eksternal adalah akuntan independen yang memberikan  jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Mereka bekerja bebas dan umumnyamendirikan suatu kantor akuntan. Yang termasuk dalam kategori akuntan publik adalah akuntan yang bekerja pada kantor akuntan publik (KAP) dan dalam prakteknya sebagai seorang akuntan publik dan mendirikan kantor akuntan, seseorang harus memperoleh izin dari DepartemenKeuangan. Seorang akuntan publik dapat melakukan pemeriksaan (audit), misalnya terhadap jasa perpajakan, jasa konsultasi manajemen, dan jasa penyusunan system manajemen.

  • Akuntan Intern (Internal Accountant)

Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Akuntanintern ini disebut juga akuntan perusahaan atau akuntan manajemen. Jabatan tersebut yang dapat diduduki mulai dari Staf biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan. tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakan dan pemeriksaan intern.

  • Akuntan Pemerintah (Government Accountants)

Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah, misalnya dikantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK).

  •  Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar, dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.

Hubungan Good Corporate Governance (GCG) dengan Etika Profesi Akuntansi

Profesi akuntansi merupakan sebuah profesi yang menyediakan jasa atestasi maupun non-atestasi kepada masyarakat dengan dibatasi kode etik yang ada. Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi, objektif dan mengutamakan integritas. Banyak kasus-kasus yang melibatkan peran akuntan serta adanya statement yang mengatakan bahwa salah satu penyebab terjadinya  terjadinya krisis ekonomi Indonesia adalah profesi akuntan. Akuntan publik bahkan dituduh sebagai pihak yang paling besar tanggungjawabnya atas kemerosotan perekonomian Indonesia. Statement ini muncul karena begitu besarnya peran akuntan dalam masyarakat bisnis. Peran akuntan dalam perusahaan tidak bisa terlepas dari penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam perusahaan. Meliputi prinsip kewajaran (fairness), akuntabilitas (accountability), transparansi (transparency), dan responsibilitas (responsibility). Dalam hubungannya dengan prinsip GCG, peran akuntan secara signifikan di antaranya :

  1. Prinsip Kewajaran.

Laporan keuangan dikatakan wajar bila memperoleh opini atau pendapat wajar tanpa pengecualian dari akuntan publik. Laporan keuangan yang wajar berarti tidak mengandung salah saji material, disajikan secara wajar sesuai prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia (dalam hal ini Standar Akuntansi Keuangan). Peran akuntan independen (akuntan publik), memberikan keyakinan atas kualitas informasi keuangan dengan memberikan pendapat yang independen atas kewajaran penyajian informasi pada laporan keuangan. Adanya kewajaran laporan keuangan dapat mempengaruhi investor membeli atau menarik sahamya pada sebuah perusahaan. Jelaslah bahwa kegunaan informasi akuntansi dalam laporan keuangan akan dipengaruhi adanya kewajaran penyajian. Kewajaran penyajian dapat dipenuhi jika data yang ada didukung adanya bukti-bukti yang syah dan benar serta penyajiannya tidak ditujukan hanya untuk sekelompok orang tertentu. Dengan prinsip fairness ini, paling tidak akuntan berperan membantu pihak stakeholders dalam menilai perkembangan suatu perusahaan. Selain itu membantu mereka untuk membandingkan kondisi perusahaan dengan yang lainnya. Untuk itu, laporan keuangan yang disajikan harus memiliki daya banding (comparability).

  1. Prinsip Akuntabilitas.

Merupakan tanggung jawab manajemen melalui pengawasan yang efektif, dengan dibentuknya komite audit. Bapepam mensyaratkan, dalam keanggotaan komite audit, minimum sebanyak 3 orang dan salah satu anggotanya harus akuntan. Komite audit mempunyai tugas utama melindungi kepentingan pemegang saham ataupun pihak lain yang berkepentingan dengan melakukan tinjauan atas reliabilitas dan integritas informasi dalam laporan keuangan, laporan operasional serta parameter yang digunakan untuk mengukur, melakukan klasifikasi dan penyajian dari laporan tersebut. Untuk alasan itu, profesi akuntan sangat diperlukan dan mempunyai peranan penting untuk menegakkan prinsip akuntabilitas.

  1. Prinsip Transparansi.

Prinsip dasar transparansi berhubungan dengan kualitas informasi yang disampaikan perusahaan. Kepercayaan investor akan sangat tergantung pada kualitas penyajian informasi yang disampaikan perusahaan. Oleh karena itu akuntan manajemen dituntut menyediakan informasi jelas, akurat, tepat waktu dan dapat dibandingkan dengan indikator yang sama. Untuk itu informasi yang ada dalam perusahaan harus diukur, dicatat, dan dilaporkan akuntan sesuai prinsip dan standar akuntansi yang berlaku. Prinsip ini menghendaki adanya keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam penyajian yang lengkap atas semua informasi yang dimiliki perusahaan. Peran akuntan manajemen, internal auditor, dan komite audit menjadi penting terutama dalam hal penyajian informasi akuntansi dalam laporan keuangan perusahaan secara trnasparan kepada pemakainya.

  1. Prinsip Responsibilitas.

Prinsip ini berhubungan dengan tanggungjawab perusahaan sebagai anggota masyarakat. Prinsip ini juga berkaitan dengan kewajiban perusahaan untuk mematuhi semua peraturan dan hukum yang berlaku. Seiring perubahan sosial masyarakat yang menuntut adanya tanggungjawab sosial perusahaan, profesi akuntan pun mengalami perubahan peran. Pandangan pemegang saham dan stakeholderlain saat ini tidak hanya memfokuskan pada perolehan laba perusahaan, tetapi juga memperhatikan tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan. Selain itu kelangsungan hidup perusahaan tidak hanya ditentukan pemegang saham, tetapi juga stakeholder lain (misalnya masyarakat dan pemerintah).

Oleh karena itu, akuntan (khususnya akuntan publik) diharapkan mampu mengawasi pelaksanaan Good Governance .Untuk mewujudkan terlaksanya Good Governance,akuntan publik diharapkan menerapkan sepenuhnya kode etik akuntan publik. Good Governance sebagai proses dan struktur yang digunakan untuk mengarahkan dan mengelola bisnis dan kegiatan perusahaan kearah peningkatan pertumbuhan bisnis dan akuntanbilitas perusahaan. Penerapan Good Governance  dalam KAP berarti membangun kultur, nilai-nilai serta etika bisnis yang melandasi  pengembangan perilaku profesional akuntan. Diterapkan Good Governance pada KAP, diharapkan akan memberikan arahan yang jelas pada perilaku kinerja auditor serta etika profesi pada KAP. Upaya ini dimaksudkan agar kiprah maupun produk jasa yang dihasilkan akan lebih aktual dan terpercaya, untuk mewujudkan kinerja yang lebih baik dan optimal. Independensi akuntan publik merupakan salah satu karakter sangat penting untuk profesi akuntan publik didalam melaksanakan pemeriksaan akuntansi  terhadap kliennya.

Penerapan Good Governance pada akuntan publik membawa konsekuensi berbagai hubungan antara Good Governance dengan kinerja auditor internalnya. Nilai-nilai dan etika profesi menjadi dasar penerapan Good Governance sebagai motivasi perilaku profesional yang efektif, jika dibentuk melalui pembiasaan-pembiasaan yang terkandung pada suatu budaya organisasi. Keberhasilan implementasi Good Governance banyak ditentukan oleh itikad baik maupun komitmen anggota organisasi untuk sungguh-sungguh mengimplementasikannya. Pemahaman Good Governance bagi akuntan publik merupakan landasan moral atau etika profesi yang harus diinternalisasikan dalam dirinya. Seorang akuntan publik yang memahami Good Governance secara benar dan didukung independensi yang tinggi, maka akan mempengaruhi perilaku profesional akuntan dalam berkarya dengan orientasi pada kinerja yang tinggi untuk mencapai tujuan akhir sebagaimana diharapkan oleh berbagai pihak.

https://harmbati.wordpress.com/2014/10/07/gcg-dan-perilaku-etika-dalam-profesi-akuntansi/